• Tue. Jul 23rd, 2024

Gubernurnews

Info Pemerintahan Pusat dan Daerah

Kolaborasi Pemprov, TP PKK & Perwakilan BKKBN Jambi Tangani Penurunan Stunting

Byadmin

May 25, 2021

Jambi – Penjabat (Pj) Gubernur Jambi Dr. HARI nur Cahya Murni, M.Si membuka sekaligus memimpin rapat bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jambi dan Kaepala Kanwil BKKBN Provinsi Jambi.

Dalam rapat tersebut dibahas Penilaian Kinerja Pencegahan dan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi Tahun 2021 secara daring dan luring.

“Pemprov Jambi memberikan arahan terkait upaya penurunan stunting kepada Kepala Daerah, kepala Bappeda dan TP PKK Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, antara lain: Percepatan penurunan stunting agar dimasukkan ke dalam dokumen RPJMD baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” ungkap Pj Gubernur Jambi di Kantor Bappeda Provinsi Jambi, Selasa (25/5/2021) pagi.

Penanganan stunting dikatakan Pj Gubernur Nunung, sapaan akrabnya, tidak hanya menjadi domain OPD Kesehatan, tetapi melibatkan OPD lain yang terkait secara langsung maupun tidak langsung.

“Untuk itu perlunya Kolaborasi antar OPD yang sinergis dalam penanganan penurunan stunting,” tambahnya.

Bersamaan dengan penyusunan dokumen rencana di daerah, Pj Gubernur Nunung mengatakan pihaknya telah meminta agar semua OPD terkait konvergen merencanakan dan mengalokasikan anggaran dalam renja masing-masing untuk tahun 2022.

“Secara Nasional Status stunting untuk Provinsi Jambi Nomor 5 terendah di Indonesia dengan angka Prevalensi stunting sebesar 20, 03 %. Kabupaten terendah adalah Muaro Jambi sebesar 8,60 % dan tertinggi di Kabupaten Kerinci sebesar 34,40 %,” bebernya.

Pj Gubernur Nunung mengungkapkan, Pemprov Jambi berkomitmen untuk melaksanakan 8 aksi Konvergensi Stunting: 1) Analisis sesuai situasi program penurunan stunting, 2) Penyusunan rencana Kegiatan, 3) Rembuk stunting, 4) Peraturan kegiatan/indikator, 5) Pembinaan kader pembangunan manusia, 6) Sistem managemen data stunting, 7) Pengukuran dan Publikasi stunting dan 8) Review kinerja tahunan.

Kemudian, Pj Gubermur Nunung dalam arahannya juga meminta seluruh pihak terkait untuk memperkuat substansi pencegahan dan penurunan stunting dalam dokumen perencanaan daerah melalui rembuk stunting yang merupakan aksi ke 3 dalam 8 aksi konvergensi.

“Memperkuat TP PKK menjadi garda terdepan dalam upaya penurunan stunting. Beberapa program/kegiatan TP PKK yang diusulkan masuk dalam dokrenda ditawarkan sebagai berikut: Optimalisasi kemitraan CSR dengan stakeholder pada kegiatan AKSI di locus stunting maupun replikasi ke kabupaten lainnya meliputi kegiatan 10 Program Pokok PKK.

Kemudian, lanjut Pj Gubernur Nunung, seluruh pihak diminta untuk melakukan Kampanye dan memasyarakatkan Program Diversifikasi Pangan dan Pemanfaatan Pangan Lokal sebagai Upaya Mengurangi Angka Stunting.

Pemprov Jambi bersama TP PKK dan BKKBN akan bekerjasama dengan Kanwil Kementerian Agama untuk sosialisasi pencegahan stunting pranikah pada pasangan yang akan menikah.

Selain itu, masih kata Pj Gubernur Nunung, akan dilakukan pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, Pertanian dan Pendidkan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi di semua Tingkatan Kepengurusan.

TP PKK bersama BKKBN diminta untuk melakukan Pendataan Dasa Wisma di Tingkat keluarga menggunakan Buku KIA yang ada disetiap keluarga yang ada Ibu Hamil dan Bayi serta Baduta.

Selain itu, juga akan dilakukan usaha peningkatan Pendapatan Keluarga bagi keluarga stunting bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM serta Deperindag.

Kemudian pihaknya juga akan mengupayakan Peningkatan Gizi keluarga konsep Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) di lokus stunting bekerjasama dengan Dinas Terkait meliputi Dinas Kesehatan, Pertanian, Perikanan, Ketahanan Pangan.

Pemprov Jambi bersama TP PKK dan BKKBN akan menggalakkan Gerakan Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (AKU HATINYA) PKK mendukung penganggulangan Covid 19 dan Penurunan Angka Stunting.

Selain itu, Pj Gubernur Nunung menegaskan, pihaknya juga akan mendorong pelaksanaan parenting bagi Keluarga di Posyandu bekerjasama dengan Kesbangpol, Perguruan Tinggi dan Dinas Kesehatan.

“Kemudian dilakukan Pelaksanaan Revitalisasi Dasa Wisma sebagai garda terdepan gerakan PKK diikuti dengan pendataan melalui Aplikasi SIM PKK bekerjasama dengan KOMINFO,” sambungnya.

Lebih lanjut Pj Gubernur Nunung menambahkan, pihaknya akan membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta lingkungan yang sehat disemua tingkatan kepengurusan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan.

“Stunting dimasukkan ke dalam materi lokal di Sekolah untuk memberikan pemahaman kepada anak didik calon orang tua,” tandas Pj Gubernur Nunung.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *